Lembaga Pengembangan Profesi Teknologi Mahasiswa Islam

Masukan dari April 2007

KESELAMATAN TRANSPORTASI

April 23, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

BADAI PASTI BERLALU…

      Timnas EKKT telah melakukan tugasnya dalam menginvestigasi, mengevaluasi dan merekomendasikan guna perbaikan manajemen sistem transportasi nasional. Hasilnya, pemerintah menetapkan 20 parameter untuk evaluasi maskapai penerbangan. Selanjutnya ke-20 parameter ini nanti yang akan dipakai tim evaluasi (para ahli) untuk menilai (mengkategorikan) maskapai penerbangan. Kategori dibagi tiga yaitu kategori 1, nilai di taas 162, kategori 2 nilai 120 – 162 dan kategori 3 nilai di bawah 120. Pada kategori terakhir ini maskapai penerbangan perlu ditinjau kembali operasionalnya. Hasilnya tidak satupun maskapai penrbangan pada kategori satu. Artinya semua maskapai penerbangan yang beroperasi tidak sepenuhnya memenuhi standartmanajemen keselamtan transportasi penerbangan. Sungguh ironi dan diluar logika profesionalisme. Armada penerbagan ini khan mengangkut orang bukan barang atau binatang.

      Sebenarnya hasil ini tidak jauh berbeda dengan apa yang telah penulis kemukakan analisis risk management sejak beberapa waktu lalu dalam analisis audit manajemen keselamatan transportasi nasional.

      TraDC, sebuah lembaga yang memfokuskan diri dalam masalah transportasi, melihat bahwa manajemen sistem keselamatan dibagi dalam ruang lingkup system inventorry, maintenance (perawatan) dan operasional. Ruang lingkup ini juga mencakup operator penerbangan dan layanan bandara.

      Dalam standar manajemen keselamatan, maskapai penerbangan harus membuat kebijakan sesuai dengan sifat dan skala resiko operasional penerbangan, di dalamnya meliputi komitmen untuk melakukan continue improvement, komitmen untuk mematuhi peraturan perundangan serta persyaratan lainnya. Kebijakan harus didokumentasikan, diimplementasikan dan dipelihara. Ini semua dimaksudkan agar semua karyawan mengetahui tanggung jawab mereka secara individu, dan terpenting untuk menunjang keberlangsungan jalannya sistem manajemen keselamatan yang diterapkan. Semua kebijakan harus di-review secara periodik untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut tetap relevan dan sesuai untuk perusahaan. Top management harus secara berkala mengkaji sistem manajemen keselamatan untuk memastikan kesesuaian, kecukupun dan efektifitasnya. Dalam artian top management mempunyai tanggung jawab terhadap efektifitas sistem dan feasibilitas sistem keselamatan perusahaan secara menyeluruh.

      Untuk menjamin terimplementasinya kebijakan manajemen keselamatan, maskapai pemerbangan diharuskan membuat “planning for hazard identification, risk assessment and risk control”. Planning ini semacam metodologi dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko. Sehingga maskapai harus mendefenisikan bahaya dan resiko sesuai dengan ruang lingkup, skala dan waktu untuk memastikan maskapai penerbangan lebih proaktif daripada reaktif.     

Audit

      Evaluasi maskapai penerbangan yang sementara dilakukan pemerintah, selain menggunakan 20 parameter tersebut seharusnya dipertimbangkan pula audit manajemen keselamtan yang didasarkan pada job hazard analysis dan job safety analysis, yang diturunkan dalam daftar checklist seputar standar manejemen keselamatan maskapai penerbangan dalam tiga ruang lingkup di atas (inventory, maintenance dan operasional). Hasil audit ini lah yang akan menghasilkan audit value yang dijadikan dasar predikat maskapai penerbangan dalam kategori keberhasilan implementasi manejemen keselamatan. Pertama, predikat emas. Predikat ini diberikan jika hasil audit mempunyai nilai lebih dari 85%. Kedua, predikat perak, jika nilai antara 60 % – 85 %, dan ketiga, predikat non confirmatted, jika nilainya kurang dari 60 %. Dalam kondisi terakhir maka maskapai penerbangan mendapat sangsi dari instansi terkait, dan dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem manajemen keselamatan dapat dipastikan sangat buruk. Dan tidak ada satupun maskapai memiliki peringkat emas. Analisa sama hasilnya ini ketika masih kerap terjadi kecelakaan armada kereta api pada tahun 2005-2006. Bagaimana dengan transportasi laut. Setali tiga uang. Bahkan lebih parah lagi, karena mayoritas kapal-penumpang yang berlayar di lautan Indonesia sudah berumur diatas 25 tahun bahkan ada yang mencapai 40 tahun. Terus mau gimana lagi?

Sehingga kedepan, setelah pelaksanaan audit dan evaluasi sistem manajemen keselamatan  yang mencakup system inventorry, maintenance (perawatan) dan operasional diimplemnetasikan tentunya  kasus-kasus kecelakaan yang sering terjadi mestinya dapat diprediksi (“predictable” bukan “unpredictable”). Masa depan trasnportasi nasional tergantung pada kejujuran dan profesionalisme maskapai. Dan tugas pemerintahlah secara transparan dan tegas menegakka disiplin penerbangan. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia transportasi nasional akan tumbuh seiring transparansi dan ketegasan pemerintah dalam manajemen layanan penerbangan ini. Jadi tidak penting mundur atau tidaknya Menteri Perubungan, karena siapapun menterinya, asal transparansi, ketegasan dan kejujuran dijunjung tinggi, ‘badai pasti berlalu’. Tidak ada kata terlambat. Wallahu Alam.

Kategori: transportasi

Geopolitik Timur Tengah

April 8, 2007 · 1 Komentar

ENERGI MASA DEPAN DI TIMUR TENGAH

“Minyak bumi dan gas alam, sungguh dan Timur Tengah adalah pemain kunci energi masa depan. Maka tidak heran secara geopolitik kawasan ini sangat strategis dan konflik berkepanjangan di kawasan akan senantiasa ‘diciptakan’.”

Oleh : Suwardi

Presiden AS, George W Bush, dalam pidato kenegaraan 31 Januari 2007, mengatakan bahwa Pemerintah AS berencana mengurangi ketergantungan minyak pada Timur Tengah sampai 75 persen tahun 2025 dengan memfokuskan pada bahan bakar alternatif, seperti etanol dan biodiesel.

Apa dalam kepala Bush sehingga ia berani sesumbar demikian? Bukankah ia ‘berteman’ dengan Arab Saudi untuk minyak? Juga telah menyerang Afghanistan bagi keamanan pasokan minyak? Menyerbu Irak, (dan sebentar lagi Iran) juga ‘dengan dalih minyak’?

Menurut Statistik OPEC (2005), konsumsi minyak USA mencapai 20,17 juta barel perhari dari total konsumsi dunia yang mencapai 77,52 juta barel per hari atau hampir sepertiga kebutuhan minyak dunia. 74,6 persen kebutuhan minyak USA adalah impor. Walau hanya sedikit memang yang berasal dari Timur Tengah (beturut-turut lima pengimpor terbesar AS adalah Kanada, Meksiko, Arab Saudi, Venezuela, dan Nigeria), namun dengan memanasnya hubungan dengan kelompk kiri Amerika Latin yakni Venezuela, maka AS tetap membutuhkan Arab Saudi dan Timur Tengah khususnya. Apalagi Negara-negara tersebut adalah sesama anggota OPEC, dan solidaritas OPEC bisa menjadi kunci sebagaimana boikot terhadap Israel saat terjadi konflik Arab-Israel tahun 1970-an. Inikah yang ditakutkan USA, -sentimen anti USA)?

Ladang Minyak dan Gas Masa Depan

Masih dari Statistik OPEC (2005), produksi minyak OPEC sebesar 42,7 persen dari produksi minyak dunia, dimana keseluruhan Timur Tengah sendiri mencapai 40 persen dari produksi dunia, dengan tingkat ekspor menguasai 50,9 persen pasar ekspor minyak dunia. Sementara dari sisi cadangan terbukti (proven) minyak dunia sebesar 1,15 triliyun barel, OPEC masih mempunyai cadangan terbukti diatas 78,4 persen dunia yaitu sebesar 904,25 milyar barel, dan kawasan Timur Tengah memilki cadangan terbukti minyak paling besar yaitu 742,68 milyar barel (75 persen). (disusul berturut-turut Amerika Latin, Afrika, Eropa Timur, Asia Pasifik, Amerika Utara dan Eropa Barat).

Sementara itu, gas alam sebagai bagian dari migas saat ini mulai dikembangkan di negara-negara Timur Tengah dan OPEC. Pada awal berdirinya, share produk gas alam OPEC hanya 3 persen dari produk gas alam dunia. Saat ini (2005), share produk gas alam OPEC sudah menembus angka 17,6 persen sebesar 498,375 milyar m3 dari produk gas alam dunia sebesar 2,836 trilyun m3. Produksi tertinggi gas alam masih dari wilayah Eropa Timur Rusia, disusul Amerika Utara, Asia Pasifik, Timur Tengah, Eropa Barat, Amerika Latin dan Afrika.

Saat ini Rusia menjadi pemain kunci energi dunia dari sektor gas alam ini dengan produksi sebesar 801,5 milyar m3 atau mencapai 40 persen. Untuk kawasan Amerika Utara pemain kunci adalah USA, Iran untuk kawasan Timur Tengah, kawasan Asia Pasifik oleh Indonesia dan Amerika Latin oleh Argentina.

Untuk energi gas alam masa depan, Timur Tengah menjanjikan prospek yang cerah. Hal ini dikarenakan cadangan terbukti dunia sebesar 180,238 trilyun m3 terbesar berada di kawasan ini dengan 72,977 trilyun m3 (45 persen) disusul Eropa Timur dan Amerika Utara

Kontribusi inilah yang menunjukkan dominasi dan kekuatan utama negara-negara Timur Tengah dan menjadikan posisi tawar yang menguntungkan utamanya dalam pemenuhan kebutuhan energi minyak dan gas dunia.

Posisi tawar inilah bisa menjadi senjata yang ampuh dalam permainan geopolitik global. Krisis politik di beberapa negara pemain energi utama –terutama Iran dan Venezuela, serta ditambah dominasi dan arogansi USA, ditakutkan akan mengulangi sejarah kelam konflik Arab-Israel terdahulu. Pada awal tahun 2007 saja, harga minyak mentah mendekati tingkat rekor tertingginya dalam beberapa tahun terakhir belakangan ini hingga mendekati rekornya senilai 70,85 dolar AS per barel.

George Soros, yang termasuk pemodal global pun menyimpulkan bahwa tahun 2006 yang telah lewat adalah tahun berbahaya sepanjang menyangkut minyak. Sekarang ini sedikit ekonom yang siap memprediksi penurunan harga minyak selama 2007, bahkan prediksi sejumlah analis ekonomi bahwa angka 70 dolar AS per barel dapat menjadi “harga dasar” mulai awal tahun 2007 terbukti saat ini. Dan AS (baca Bush), mungkin telah melihat fenomena tersebut dan bersiap mengantisipasi bahwa minyak dan gas akan menjadi senjata politik ampuh di masa depan.

Kategori: energi